Wednesday, December 23, 2015

Curhatan Bayi Yang Diaborsi Ini Bikin Kamu Menangis!

bayi diaborsi



Dampak dari pergaulan bebas yang sekarang melanda anak anak muda ternyata membawa dampak yang sangat luas, bukan saja dampak terhadap diri sendiri tapi saat pergaulan bebas itu berbuah menjadi sebuah kehamilan.


Bagi mereka yang mempunyai hati, mereka akan memilih untuk bertanggung jawab dengan menikahi sang pacar sehingga bayi tersebut lahir ke dunia bersama kedua orang tuanya. Namun bagi mereka yang hanya berpikiran pendek tanpa memikirkan dampak dan betapa dosa besar yang sudah mereka lakukan, mereka akan melakukan aborsi.

Aborsi menurut definisinya adalah pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Dengan kata lain, janin ini lahir karena dipaksa bukan karena lahir secara alami.

Kalau ingin mengerti, inilah gambaran perasaan seorang janin yang diaborsi oleh ibunya sendiri. Baca dan renungkan….

Kisah seorang anak yang diaborsi





Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada di badan mama… aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini.

Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.

Bulan 3: Ma, meskipun aku belum tau jenis kelaminku, tapi apapun aku, aku harap mama dan papa bahagia kelak ketika aku keluar. Jangan nangis ya ma, kalau mama nangis di sini aku juga ikut nangis.

Bulan 4: Ma, rambutku sudah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan baruku, aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.

Bulan 5: Ma, mama tadi ke dokter ya, dokter bilang apa? Αpa itu aborsi ma? Αku nggak diapa-apain kan ma?

Bulan 6: Mama datang ke dokter itu lagi ya? Ma, tolong kasih tau dokter itu, aku di sini baik-baik aja! Tapi kok dokter itu mulai memasukan benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku ma tolong, aku takut. Benda tajam itu mulai memotong kakiku, sakiit ma. Tapi meskipun aku tidak punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama. Ma, benda itu sekarang mulai memotong tanganku, mama tolong aku. Aku janji nggak akan nakal ma.

Tapi, meskipun aku tidak punya tangan dan kaki, aku msh punya mata dan telinga untuk melihat senyum mama, mendengar suara mama, tapi.. Benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, mama.. Ampun ma.. Beri aku kesempatan hidup, aku sayang mama, aku pengen meluk mama.

Bulan 7: Ma, aku di sini baik-baik aja, aku udah sama Tuhan di surga, Tuhan mengembalikan semua organ tubuhku yang dipotong benda tajam itu, Tuhan memeluku, memegang tanganku, menggendongku dengan lembut dan Tuhan membisikan tentang apa itu aborsi.

Kenapa mama tega melakukan itu? Kenapa mama nggak mau main sama aku? Αpa salah aku ma? Mama taubat yah, biar Tuhan mau antar mama ke sini, nanti kita main bareng-bareng di sini, dan jangan lupa, ajak papa juga ya ma.


Apakah pantas seorang ibu yang seharusnya melindungi sang anak tapi malah melakukan hal sekeji itu kepada seorang bayi yang belum sempat terlahir ke dunia ini.

Pantaskan bayi mungil yang tidak berdosa ini mendapatkan perlakuan yang sangat keji dari orang tuanya?

0 comments:

Post a Comment